Blogger Widgets Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Mawar Merah


MawarMerah di Angkasa (Nebula Roses)



Hal tersebut adalah ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih. Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Firman Allah dalam Al-Quran Surah Ar-Rahman:37
"Selain itu (sungguh negeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak"

Daripada pembacaan buku karangan Dr.Danial Zainal Abidin mejelaskan disini apa yang menakjubkan adalah proses kehancuran bintang sehingga bertukar menjadi bentuk bunga ros ini dinyatakan dalam Al-Quran.Terjemahan ini adalah berasaskan apa yang disebut oleh Said Hawa di dalam al-Asas fi al-Tafsir.
Ayat ini menceritakan mengenai langit yang sedang melalui proses kehancuran dan pada masa itu ia berubah menjadi merah seumpama bunga ros ynag bersinar. Seperti yang disebutkan sebelum ini, apabila Quran menyebutkan langit dan bumi ia memfokuskan mengenai objek-objek dan bintang adalah antara objek penting di langit sehingga Allah bersumpah paling kurang dua kali mengenainya di dalam Al-Quran.
Penemuan sains pada hari ini menunjukkan apabila bintang-bintang (iaitu kebanyakannya) melalui proses kehancuran ia bertukar menjadi gumpalan gas yang terpisah daripada bahagian dalamanya. Fenomena ini adalah selari dengan penjelasan Allah yang bermaksud "Maka apabila langit terbelah".
Gas-gas atau nebula ini kemudiannya bersinar dan apabila dilihat dari jauh, ia kelihatan menyerupai bentuk-bentuk tertentu anatarnya bentuk bunga ros merah yang bersinar. Inilah yang ditemui oleh pakar-pakar ilmu astronomi di alaf ketiga ini.
Penemuan nebula seperti bunga ros ini menjadi berita hangat di peringkat antarabangsa, CNN.com bertarikh 12 September 2002 melaporkan mengenainya di bawah tajuk,"Hubble Spies Soft Roses In Tough Neighborhood" yang bermaksud "Teleskop Hubble Menemui Ros yang Lembut di Persekitaran yang Mencabar".
Spaceflight.com melaporkan penemuan ini pada 12 September 2002 di bawah tajuk,"A Roses Blomming In Space," yang bermaksud "Bunga Ros yang sedang Mekar di Angkasa."
BBC News Online bertarikh 13 Februari 2004 pula melaporkannya di bawah tajuk, "A Valentine Rose From The Cosmos" yang bermaksud, "Bunga Ros Valentine daripada Angkasa".
Space.com melaporkan penemuan ini pada 6 Disember 2004 di bawah tajuk,"A Rose, Even in Space" yang bermaksud, "Bunga Mawar adalah Bunga Mawar yang terdapat di Angkasa". Walaubagaimanapun, apa yang pasti adalah ayat Quran ini diturunkan bukan bertujuan menceritakan kelahiran nebula ros ini. Apatah lagi hampir kesemuaulama mentafsirkan ayat ini mengaitkannya dengan kejadian Hari Kiamat. Namun, sekiranya difikrkan secara mendalam, terdapat satu aspek yang sama antara insiden kelahiran nebula ros ini dengan kejadian Hari Kiamat iaitu kedua-duanya berkait rapat dengan fenomena kemusnahan bintang-bintang. Justeru ayat Quran ini menceritakan dengan jelas keadaan yang boleh dan mungkin berlaku apabila bintang-bintang melalui proses kehancuran pada Hari Kiamat nanti.
Bagi Umat Islam apa yang penting adalah apabila ayat ini diturunkan tidak ada sesiapa pun yang mengetahui semasa bintang-bintang melalui proses kehancuran ia akan terbelah dua dan bahagian luarnya bertukar menjadi gas nebula dan nebula ini pula boleh menjelma dalam bentuk bunga ros yang bersinar. Fenomena ini hanya difahami dan dikesan baru-baru ini dan fenomena ini diceritakan didalam Al-Quran. Inilah aspek yang paling penting mengagumkan bagi umat Islam. Ia menguatkan lagi keyakinan Al-Quran ini sebenarnya kalam Allah.
Walaubagaimanapun, paling penting adalah ayat ini mengingatkan kita mengenai bencana Hari Kiamat semasa kehancuran berlaku di langit dan pada masa itu tidak ada sesiapa pun yang dapat membantu kita kecuali Allah.



Read More >>

Senin, 18 November 2013

Read your Book, please!


Sukses di depan Mata


Membaca adalah nutrisi paling penting untuk pikiran kita. Tidak adil jika kita rajin memberi nutrisi tubuh tapi tidak untuk otak kita. Dengan membaca kita telah membuat otak kita menjalankan tugasnya. Dengan membaca secara kontinu kita telah merawat otak kita dari bahaya ketumpulan.
Seyogyanya membaca, terutama membaca buku harus sudah menjadi sebuah kebiasaan untuk kita dalam kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam perintah pertama yang diwahyukan kepada nabi dan harus diamalkan oleh seluruh umat adalah perintah untuk membaca. Dengan membaca pikiran kita pada lingkungan sekitar akan tebuka. Kabut tebal kebodohan sedikit demi sedikit akan sirna digantikan dengan cahaya kebijakan pengetahuan yang kita dapat dari membaca buku.
Ungkapan yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia memang benar adanya. Dalam konteks ini kata buku tidak hanya sebatas buku teks saja. Surat kabar dan majalah pun dapat membantu kita mengenal dunia seisinya. Dunia kita tidak hanya terdiri dari planet bumi dan segala komponen yang menyusun serta makhluk hidup yang menghuninya. Masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Buku mengenalkan kita hal tersebut. Kita tidak perlu bersusah payah datang ke suatu tempat, tidak perlu bersusah payah menyentuh suatu benda. Hanya dengan membaca buku kita akan memiliki pengetahuan tentang tempat atau pun benda tersebut. Buku dapat mengenalkan kita pada seseorang yang bahkan belum pernah kita lihat wajahnya. Setelah membaca kita bisa mengetahui dan mengambil pelajaran dari pengalaman hidup mereka serta meneladani sikap mereka. Dengan demikian, pikiran kita akan terbuka. Hal tersebut tentu akan diikuti oleh peningkatan kualitas hidup kita.
Begitu banyak manfaat membaca buku bagi kehidupan kita. Namun, kesadaran masyarakat untuk membaca buku terbilang masih sangat kurang. Beberapa penyebabnya adalah mereka tidak dibiasakan untuk membaca buku sejak usia dini. Akibatnya, mereka berpendapat bahwa membaca buku adalah suatu hal yang membosankan dan tidak berguna karena hanya akan membuang banyak waktu. Selain itu, kurangnya pengetahuan mereka tentang manfaat membaca buku juga membuat meraka merasa enggan untuk membaca buku.
Apalagi dalam era informasi sekarang ini. Popularitas buku semakin meredup digantikan dengan informasi-informasi instan yang lebih cepat mereka dapatkan melalui internet. Memang dengan demikian aktivitas membaca tetap dapat mereka lakukan. Namun, risiko yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan dengan kita membaca buku. Misalnya dampak pada kesehatan mata kita. Sinar-X yang terpancar dapat menyebabkan kerusakan mata jika terkena terus menerus. Lalu dari segi penggunaan energi. Dengan membaca buku kita akan menghemat penggunaan energi listrik.
Faktor yang menyebabkan perubahan pada seseorang di antaranya adalah pengalaman hidup, lingkungan tempat tinggal, serta dari buku-buku yang ia baca. Oleh karena itu, budaya membaca buku harus kita tingkatkan. Kerja sama dari semua pihak sangat menentukan keberhasilannya. Penerbit buku berusaha meningkatkan kualitas buku yang mereka terbitkan. Kemudahan dalam proses peminjaman buku di perpustakaan serta perbanyakan koleksi buku-bukunya. Semakin banyak buku yang kita baca maka semakin banyak pula ilmu dan pengetahuan yang kita dapat. Setelah kita dapat pengetahuan-pengetahuan itu, alangkah terpujinya jika kita membaginya pada orang lain. Saling berbagi pengetahuan maka niscaya kualitas hidup setiap orang akan meningkat menjadi lebih baik setiap harinya. Hubungan baik antarsesama manusia serta antara manusia dan alam tempat tinggalnya akan tercipta. Sudah terbukti bahwa banyak tokoh yang berhasil karena mereka gemar membaca. Maka, dapat disimpulkan bahwa salah satu kunci keberhasilan adalah dengan membaca buku.

Read More >>

Minggu, 17 November 2013

Country of Teknologi

Toward a Dream

Jerman, nama negara ini tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Negara yang terletak di tengah-tengah benua Eropa dan terkenal dengan sebutan “Jantung Eropa” itu menawarkan banyak hal istimewa, mulai dari kecanggihan teknologinya, keindahan kultur dan budayanya, hingga kualitas pendidikan yang sudah tidak diragukan lagi. Jerman, sebuah negara di benua Eropa yang terkenal dengan produk teknologi tinggi, khususnya dalam bidang otomotif. Bahkan, salah satu tokoh teknologi terkemuka di Indonesia, Bapak Habibie, yang merupakan Presiden Republik Indonesia ketiga dan penggerak serta penghasil pesawat buatan Indonesia, adalah alumni salah satu perguruan tinggi di Jerman.
Sampai saat ini pun, Jerman masih menjadi primadona bagi para pelajar berprestasi untuk melanjutkan studi. Pertimbangannya, Jerman adalah negara dengan sistem pendidikan yang mapan disertai dengan pembiayaan pendidikan yang sangat murah. Di beberapa tempat biaya pendidikannya masih gratis dengan kehidupan sosial yang relatif nyaman. Namun, kemungkinan tidak banyak yang mengetahui bagaimana cara untuk melanjutkan mimpi agar bisa merasakan pendidikan di salah satu negara yang tergolong bagus dalam menyiapkan generasi mudanya melalui pendidikan. Tulisan ini akan menyajikan langkah-langkah menjemput mimpi ke Jerman sebagai sumbangan pengalaman dari salah satu mahasiswa Indonesia yang saat ini menempuh kuliah di Jerman.
Sistem perkuliahan di Jerman
Sebelum dijelaskan tentang berbagai langkah yang harus dipersiapkan untuk kuliah di Jerman, kita perlu terlebih dahulu mengenal sistem perkuliahan di Jerman, khususnya pada jenjang S1. Dikarenakan taraf pendidikan Indonesia dan Jerman belum diakui kesetaraannya, lulusan SMA dan sederajat dari Indonesia harus mengikuti penyetaraan sebelum memulai masa perkuliahan. Penyetaraan ini disebut dengan Studienkolleg (STK). Di STK ini sistem belajar sesuai dengan jurusan atau grup yang akan dipilih oleh siswa. Jurusan tersebut antara lain:
·         M-Kurs (Kedokteran dan Biologi)
·         T-Kurs (Teknik)
·         G-Kurs (Seni)
·         S-Kurs (Bahasa)
·         W-Kurs (Ekonomi dan Bisnis)
Jadi, di STK sendiri sudah jelas jurusan yang akan diambil untuk masa kuliah nanti. Materi yang dipelajari di STK adalah materi-materi seperti yang diperoleh di SMA di Indonesia, namun dalam bahasa Jerman. Setelah lulus dan mendapatkan ijazah STK para siswa bisa mendaftarkan diri ke universitas dan jurusan yang diinginkan. Karena bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Jerman, para calon mahasiswa diharuskan untuk menguasai bahasa Jerman sebelum memasuki STK. Berikutnya akan dibahas tahapan yang lebih lengkap tentang persiapan kuliah di Jerman.
Langkah-langkah persiapan kuliah di Jerman
Syarat utama calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jerman adalah telah lulus SMA, ditunjukkan dengan ijazah atau surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) SMA. Syarat selanjutnya adalah calon mahasiswa Jerman harus memiliki kemampuan bahasa Jerman. Oleh karena itu, calon mahasiswa disyaratkan untuk mengikuti kursus bahasa Jerman di lembaga resmi dari Jerman, yaitu Göthe Institut.
Kursus bahasa tersebut memiliki beberapa tingkat atau level. Untuk diketahui, syarat minimum dalam pengajuan visa adalah level A1. Sementara itu, salah satu persyaratan untuk daftar ke STK adalah memiliki ijazah/sertifikat bahasa Jerman minimal B1. Walaupun demikian, ada beberapa alternatif yang bisa ditempuh bila calon mahasiswa sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke Jerman namun belum mencapai level yang dipersyaratkan. Alternatif pertama adalah dengan mendaftarkan diri untuk melanjutkan kursus bahasa hingga mencapai level B1 di Jerman agar dapat digunakan untuk proses pendaftaran ke STK.  Alternatif ini banyak dipilih agar lebih memudahkan dalam urusan pengajuan visa karena dalam proses pengajuan visa diperlukan tujuan keberangkatan dari pihak yang bersangkutan. Contohnya, bila ingin mengajukan visa pelajar (untuk meneruskan studi) harus ada surat keterangan dari instansi yang bersangkutan bahwa orang yang mengajukan akan segera belajar di tempat tersebut.
Alternatif kedua yaitu dengan mendaftarkan diri sebagai salah satu murid di sebuah lembaga kursus bahasa (Sprachkurs) di Jerman. Setelah mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus di lembaga tersebut, pendaftar akan mendapatkan surat keterangan bahwa mulai tanggal yang ditentukan yang bersangkutan akan mengikuti program kursus di lembaga tersebut. Surat keterangan inilah yang dapat digunakan untuk mengajukan visa ke kedutaan besar Jerman.
Sementara itu, bagi yang sudah mengikuti les bahasa hingga level B1 di Indonesia dapat mendaftarkan dirinya secara langsung ke STK. Namun demikian, meskipun sertifikat B1 sudah di tangan, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pada beberapa kasus, calon mahasiswa telah menerima surat undangan untuk tes (Zullasung) yang teryata berdekatan dengan tanggal berlangsungnya tes. Padahal pada saat itu yang bersangkutan belum memiliki visa. Nah, kasus semacam ini harus dihindari. Maka, untuk menghindarinya sebagian calon mahasiswa memilih untuk menggunakan alternatif kedua seperti yang telah dijelaskan dalam paragraf sebelumnya. Kedatangan yang lebih awal ke Jerman dapat menjadi poin lebih. Selain lebih matang dalam persiapan tes, dapat juga untuk memperdalam pengetahuan bahasa.
Bersamaan dengan kursus bahasa di Göthe Institut, calon mahasiswa dapat mulai mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Dokumen tersebut antara lain:
·         Ijazah SMA
·         SKHUN SMA
·         Rapor SMA untuk dua semester terakhir (kelas XII semester 1 dan 2)
·         Akte lahir
Penerjemahan dokumen ini bisa dilakukan di penerjemah tersumpah maupun tidak tersumpah yang dapat ditemukan di masing-masing kota atau dapat juga ditanyakan kepada Kedutaan Besar Jerman di Jalan Thamrin di Jakarta.
Jadi, secara umum persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan visa ke Jerman yaitu: dokumen-dokumen yang sudah diterjemahkan, sertifikat bahasa level A1, keterangan tujuan pengajuan visa, passport, dan akun bank di Jerman. Nah, akun bank yang dimaksud harus atas nama pribadi calon mahasiswa yang mengajukan visa. Di dalam akun bank tersebut juga diharuskan terdapat sejumlah uang dengan batas minimal tertentu. Sebagai gambaran, jumlah minimal yang harus ada dalam akun milik penulis pada saat mendaftar adalah 8.040 euro. Jumlah ini biasanya berubah setiap tahunnya. Informasi lengkap mengenai saldo minimal bisa ditanyakan ke Kedutaan Besar Jerman.
Pembuatan akun bank dapat dilakukan dengan cara online. Jika akun sudah siap, pihak bank akan memberikan konfirmasi via email sehingga pemohon dapat melakukan transfer uang sebagai tabungan. Biasanya, konfirmasi lanjutan akan dikirimkan pihak bank jika uang sudah masuk ke dalam akun si penabung. Nah, konfirmasi lanjutan inilah yang digunakan sebagai syarat pengajuan visa.
Biaya kuliah di Jerman
Untuk diketahui, hampir semua universitas di Jerman membebaskan biaya pendidikan bagi mahasiswanya. Walaupun tidak dapat dipungkiri tetap ada beberapa universitas yang menarik biaya dengan besaran yang tidak terlalu tinggi. Biaya yang dibutuhkan biasanya hanya mencakup biaya administrasi di awal semester.
Sementara itu, untuk transportasi biasanya mahasiswa yang tinggal di kota besar membeli tiket kereta yang disebut semester tiket. Harga semester tiket ini tidak terlalu mahal karena adanya diskon khusus bagi pelajar. Andaikan semester tiket dirasa masih terlalu mahal, ada alternatif lain yang dapat ditempuh yaitu dengan membeli sepeda sebagai sarana transportasi. Di Jerman, sepeda tak hanya digandrungi oleh mahasiswa, bahkan masyarakat Jerman pada umumnya. Tentunya selain lebih hemat, mengayuh sepeda juga menyehatkan tubuh.   
Untuk masalah buku, tidak semua buku harus dibeli. Karena buku yang dibutuhkan mahasiswa biasanya tersedia di perpustakaan kampus, mahasiswa hanya perlu meminjam buku yang dibutuhkan. Jadi, tidak ada salahnya untuk jalan-jalan ke perpustakaan sekaligus meminjam buku bila ada waktu luang. Namun, hal yang perlu diingat adalah ketersediaan buku yang terbatas sementara jumlah mahasiswa sangat banyak. Maka dari itu ada baiknya untuk segera meminjam buku selama buku yang diinginkan masih tersedia.
Demikian penjelasan singkat tentang langkah-langkah untuk menuju pendidikan impian di Jerman. Pada intinya, kuliah di Jerman sangatlah murah dengan kualitas yang terjamin. Selamat mencoba dan sukses untuk kita semua.

Read More >>